A.
Mnurut Ahlusunnah
Perbuatan atau akhlak yang terkandung dalam perintah atau larangan dalam
agama islam tidak dapat dinilai baik atau buruk,wajib atau haram, mulia atau
hina. Ahlusunnah memandang bahwa perbuatan manusia merupakan sifat asasi dalam
diri setiap manusia yang berbuat baik atau buruk.
B.
Menurut Jabariyah
Akhlak merupakan pembawah sejak lahir,orang yang bertingkah laku baik atau
buruk karena pembawanya sejak lahir. Karenanya, akhlak tidak bisa diubah
melalui pendidikan atau latihan. Karena pendapat mereka (Jabariyah) manusia
sama sekali tidak memiliki kebebasan dalam membentuk kehendak dan perbuatan
tetapi semua ditentukan oleh Alloh sedangkan menusia hanya dikendalikan oleh
Alloh. Dan untuk menilai Akhlak baik atau buruk maka agamalah yang menentukan.
C. Menurut Qodariyah
Menusia mempunyai kemerdekaan dan kekuasaan atas perbuatannya sendiri.
Menurut paham mereka (Qodariyah) manusia memang mempunyai bagian dalam
mewujudkan perbuatannya. Meskipun Tuhan
berkuasa atas dirinya. Paham ini juga berpendapat bahwa penilaian akhlak baik
atau buruk terhadap perbuatan manusia ditentukan oleh agamanya, namun manusia
diberi kebebasan untuk melakukan apa yang dikehendakinya.
D.
Menurut Kaum Shufiyah
Para ahli Tasawuf pada umumnya membagi Tasawuf menjadi tiga bagian, pertama
Tasawuf Falsafai,pendekatannya menggunakan rasio/akal pikiran. Kedua Tasawuf
Akhlaki,pendekatannya menggunakan Akhlak yang tahapannya terdiri dari Takhalli
(mengosongkan diri dari akhlak buruk), Tahalli (menghiasi dengan akhlak
terpuji), Tajalli (terbukanya dinding penghalang antara manusia dengan
Tuhan)sehingga Nur Ilahi tampak jelas didirinya. Ketiga Tasawuf
Amali,pendekatannya menggunakan Amaliah/wirid yang nantinya mengambil bentuk
tarikat. Namun ketiga bagian ini tujuannya sama yaitu mendekatkan diri kepada
Alloh. Dengan mengamalkan Tasawuf baik yang berupa Falsafi,Akhlak,maupan
Amaliah, sesorang dengan sendirinya berakhlak baik. Perbuatan yang demikian itu
bukan karena paksaan/terpaksa, melainkan dengan sendirinya/disengaja. Tujuan
akhlak seperti disingung merupakan tujuan sementara Tasawuf,karena tujuan
akhirnya ialah mencapai keridhoan AllohnSWT. Oleh karena itu Ulama Sufi seringg
mengatakan bahwa akhlak merupakan awal perjalanan tasawaf,sedangakan Tasawuf
merupakan akhir perjalanan akhlak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar